Yulita Rosiana

to rave about

Welcome to the Sebesi Island, Travelers !

Tahun 1883 silam, pulau ini hancur akibat letusan maha dahsyat Gunung Krakatau. Kini, pulau tersebut kembali hidup dengan segala aktivitas para penduduknya. Ialah Pulau Sebesi. Pulau yang hanya berjarak dua jam dari anak Gunung Krakatau ini menjadi tempat persinggahan favorit bagi para wisatawan yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan Krakatau.

Pulau Sebesi dari kejauhan

Lokasi Pulau Sebesi ini dekat dengan beberapa destinasi cantik, seperti Pulau Sebuku, Pulau Cemara, dan Pulau Umang-Umang. Selain karena lokasinya yang dekat dengan beberapa destinasi, pulau ini juga memiliki fasilitas yang lebih memadai. Selain tersedianya beberapa warung makan dengan harga yang cukup murah, keadaaan rumah inap di Pulau Sebesi relatif sudah bagus dan rapi jika dibandingkan dengan rumah-rumah di pedesaan pada umumnya. Tatanan perumahannya dibagi menjadi beberapa blok seperti komplek perumahan di kota.

Blok di mana rumah inap kami berada

The Boys in Action!

Deretan kapal berlabuh di dermaga Pulau Sebesi

Untuk urusan perut, kami memilih memesan makanan kepada contact person yang sama ketika kami mencari rumah inap. Alasannya supaya lebih praktis, kami tidak perlu repot ke warung terlebih dulu untuk membeli makanan. Lagipula, makanan yang disediakan pun sudah memuaskan, bahkan di luar ekspektasi kami. Lauk yang dihidangkan selalu terdiri dari 2-3 macam komplit dengan kerupuk renyah nan lezat, membuat waktu makan kami semakin terasa nikmat.

Sedapnya sayur asem dengan teri kering kacang pedas disantap dengan kerupuk πŸ™‚

Karena rombongan kami terdiri dari 31 orang, maka kami memesan 3 rumah inap untuk perjalanan kali ini. Tak perlu khawatir, karena contact person yang kami hubungi pasti akan mencarikan rumah inap kosong yang saling berdekatan.

Bercengkerama di teras depan rumah inap teman perempuan

Salah satu rumah inap para teman lelaki

Setiap rumah inap biasanya hanya memiliki satu kamar mandi, maka bersiap-siaplah untuk mengantri. Jika tak ingin mengantri, kita bisa menggunakan alternatif lain, yaitu memakai kamar mandi di mushola terdekat. Selain jumlah kamar mandi yang terbatas, isu lain yang selalu menjadi permasalahan jika berkunjung ke pedalaman adalah persediaan listrik dan sinyal telepon genggam. Listrik di Pulau Sebesi hanya menyala pada pukul 18.00-06.00. Berdasarkan ketidaksiapan kami pada perjalanan sebelumnya di Pulau Pahawang, Lampung Selatan beberapa waktu lalu, kini kami sudah siaga membawa terminal listrik secukupnya. Bagi beberapa kawan yang termasuk social media junkie, mereka wajib bersabar. Sinyal telepon genggam hanya dapat dijangkau di sekitar dermaga, dan akan menghilang seketika kita memasuki kawasan rumah inap. Hehehe.. It was just two days, guys. Let’s have no phone zone and talk more. Have a great conversation or a random refreshing joke. Have fun, laugh hard and be alive! πŸ˜‰

—————————————————————————————————————————————–

(September 6th – 7th, 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 13, 2015 by and tagged , , , , , , .

Navigation

%d bloggers like this: