Yulita Rosiana

to rave about

Menilik Sudut Tersembunyi Pulau Sebuku Kecil

Selalu ada pemandangan istimewa setiap kami berjalan di pelabuhan Merak, Cilegon dan pelabuhan Bakauheni, Lampung. Ialah para rombongan anak muda dengan backpack besar berwarna-warni di punggungnya. Pemandangan khas yang hampir selalu ada di tiap akhir pekan ini menjadi bukti nyata bahwa Lampung merupakan primadona bagi para wisatawan beransel, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah Jakarta, Banten, dan sekitarnya.

Rasa antusias kami selalu meluap-luap ketika berbincang-bincang dengan para backpacker lainnya. Baru berkenalan namun dengan cepat menjalin keakraban. Asing tapi memiliki tujuan yang sama. Sama-sama ingin mengeksplor sudut alam lain untuk mengenal Indonesia lebih dekat.

Kali ini destinasi kami adalah kawasan Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Rasanya tak lengkap bagi yang tinggal di wilayah Lampung, Jakarta, Banten, dan sekitarnya jika tak berkunjung ke kawasan gunung yang masuk dalam daftar 10 letusan gunung berapi terbesar sepanjang sejarah. Tak sekedar berlibur, namun juga menyelami sejarah hebat.

Selain akan mengunjungi anak Gunung Krakatau, kami juga akan mengunjungi beberapa pulau tak berpenghuni di hari pertama. Mereka adalah Pulau Sebuku Kecil, Pulau Cemara, dan Pulau Umang-Umang. Untuk urusan penginapan, jauh hari kami sudah menyewa rumah inap di Pulau Sebesi. Pulau yang dulunya pernah hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 ini berlokasi cukup dekat dengan 3 lokasi yang akan kami kunjungi di hari pertama tadi. Sedangkan di hari kedua, kami akan berkunjung ke anak Gunung Krakatau dan Lagoon Cabe.

Setelah kapal merapat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kami dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Canti, Kalianda dengan menyewa angkutan umum. Semilir udara sejuk yang masuk melalui jendela angkot menjadi pelengkap candaan dan renyahnya tawa kami. Suasana perjalanan makin terasa segar dan ceria.

Setelah menempuh waktu sekitar 45 menit, kami pun tiba di Dermaga Canti. Bagi yang sudah terasa lapar, tidak perlu khawatir. Di sekitar dermaga terdapat cukup banyak warung makan dengan harga yang cukup ramah di kantong.

Di dermaga Canti, kita sudah mulai disuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata

Suasana biru laut dan hijau rimbunan daun menyambut kami di dermaga Canti, Kalianda, Lampung Selatan. Sehabis sarapan, kami segera beranjak menuju kapal yang telah kami sewa sebelumnya. Misi menjelajahi Selat Sunda kini sudah dimulai.

Pemandangan alam lain di sekitar dermaga Canti

Perjalanan yang sekiranya mengasyikkan ternyata berubah menjadi mendebarkan bagi kami. Ombak besar terus mengombang-ambing kapalselama perjalanan menuju Pulau Sebesi Kecil. Perut kami dikocok begitu hebatnya.Kami mabuk, hingga sebagian ada yang muntah-muntah. Kepala juga terasa pening. Beberapa kali air laut bahkan masuk ke kapal, menciprati beberapa teman yang tertidur pulas. Beberapa tas pun tak elak menjadi korban keganasan ombak.

Perjalanan 2 jam serasa seabad akibat suasana ombak yang tak bersahabat. Setelah menunggu lama dalam suasana yang penuh mendebarkan, akhirnya kapal mulai menepi. Tampak ada Pulau Sebesi Besartepat di seberang Pulau Sebesi Kecil.

Tanpa berpikir panjang, sebagian kawan-kawan langsung bersorak gembira menceburkan diri untuk berenang dan melakukan snorkeling. Tetapi, sebagian ada juga yang masih bermuka masam akibat efek sensasi Kora-kora tadi. Mereka lebih memilih berleha-leha di bibir pantai. Saking mabuknya, mereka benar-benar tidak kuat melakukan snorkeling.

Antara senang dan sakit ketika tiba di Pulau Sebuku Kecil

Antara senang dan sakit ketika tiba di Pulau Sebuku Kecil

Kegiatan snorkeling di Pulau Sebesi Kecil dilakukan tidak jauh dari bibirpantai. Jadi, kita tidak akan menemukan dasar laut yang dibalut oleh terumbu karang cantik dengan beraneka ragam ikan yang berenang ke sana kemari. Walaupu begitu, hamparan pasir putih yang dilapisi oleh air laut yang jernih sudah mampu memanjakan mata.

Snorkeling di dekat bibir pantai

Pulau Sebesi Kecil sendiri merupakan pulau tak berpenghuni yang dihiasi oleh garis pantai yang landai nan berpasir putih. Ada banyak puing karang yang bersebaran di sana. Namun, sayangnya ada juga beberapa tumpukan sampah yang mengotori pesisir pantai.

Air laut Pulau Sebuku Kecil yang jernih dengan berbagai gradasi. Dari gradasi biru kehijauan, biru muda, hingga biru tua. Photo taken by : @windakurniaa

Turis mancanegara mengamati temannya berbincang-bincang dengan para nelayan yang sedang singgah

Sesaat kami datang, saya tak sengaja melihat rombongan backpacker dari balik rimbunan pepohonan kecil. Mereka yang hendak pulang sembari ada yang membawa kamera DSLR dan tripod membuat saya penasaran. Singkat kata, saya langsung mengajak beberapa teman pergi ke tempat yang didatangi oleh para rombongan backpacker tadi.“Wow! Wow! Wow!” seru kami serentak. Ternyata, ada pantai landai yang sangat memukau di sebelah bibir pantai tempat kapal kami berhenti. Pantainya masih sangat bersih dan cantik. Bagi para pecinta fotografi dan moment keeper enthusiast, it’s the best spot for you!

Keelokan alam yang tersembunyi di sisi lain Pulau Sebesi Kecil

 

There was a place that I’ve never seen before

The place that I wanted to explore

Be there and sit down

Lay down, or even take a nap

Close the eyes, embrace the fresh air, and soak up the sun

Wrapped in sea water, paved with white sand

 

Let me be more exuberant

Run to and fro like a puppy

Dancing in the air like a pro

Swimming against the stream

 

Regardless of whatever I wanna do, there is a moment keeper soul I never forget

So I took some pictures

Pretty pictures of wild nature

Pretty pictures of beautiful friendship

Yes, that’s a place I don’t wanna go alone

 

Back then, it was an unseen place

But now, it’s a home of us

A left piece of our hearts…

 

—————————————————————————————————————————————–

(September 6th – 7th, 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 18, 2015 by and tagged , , , , , , .
%d bloggers like this: